Friday, April 22, 2011

Sumedang 433th

Selamat Hari Jadi Sumedang ke-433. Semoga diusianya yang makin lawas ini, semakin banyak poin kegemilangan dapat diraih.

Sumedang Tandang bukan untuk dipertahankan, tetapi dibuktikan bahwa Sumedang pun bisa sejajar dengan kota lainnya di Indonesia. Tidak terlena dengan predikat kota teraman di dunia, tetapi di tengah keamanan terdapat kenyamanan untuk tinggal dan menetap di Sumedang, serta banyak orang atau perusahaan yang mau berinvestasi.

Gilig napak dina budaya
Ngapak tina budaya
Geusan ngahontal karaharjaan.
Semoga ini benar-benar nyata. Sumedang raharja, dan merata.

Thursday, April 7, 2011

10 Hal Sebaiknya Tidak Anda Ungkap di Facebook

Ketika kita masuk situs jejaring sosial, tanpa disadari kita akan terjebak masuk wilayah yang mungkin akan merugikan kita sendiri. Bahkan mungkin akan sampai di daerah terlarang.

Nik Taylor dalam MSN mengatakan lebih dari 500 juta orang bergabung dalam Facebook dan mereka menghabiskan lebih dari 700 miliar menit setiap bulannya dalam situs tersebut. Banyak orang dapat mengawasi Anda lewat jejaring sosial terbesar ini, dan jika tidak berhati-hari rahasia Anda dapat terbongkar.

Oleh sebab itu, kami membuat daftar ini, 10 hal yang sebaiknya tidak Anda ungkapkan dalam Facebook, yaitu:


  1. Facebook memang sarana yg bagus untuk merencanakan pertemuan dengan teman, tapi tidak jika Anda membuat sebuah pesta privat di rumah Anda. Jika Anda tidak ingin banyak orang tak diundang datang ke rumah Anda dan membuat keributan, sebaiknya jangan beritahukan acara pesta yang Anda adakan di Facebook.
  2. Jika Anda akan pergi liburan, kami turut senang. Anda mungkin membutuhkannya. Tapi kami rasa Anda tidak perlu membuat status "Yippee! Berlibur ke Spanyol selama 2 minggu besok". Bukan karena kami iri, tapi itu sama saja dengan menaruh tanda di depan rumah, "Sedang tidak berada di rumah". Walaupun Anda tidak menaruh alamat rumah Anda di Facebook, rumah Anda tetap akan mudah untuk ditemukan.
  3. Saatnya kembali ke realita, para petani Farmville! Kami tidak peduli Anda menemukan telur emas di peternakan fiktif Anda atau melihat tanaman Anda tumbuh dengan baik setelah diberi air. Tak banyak orang yang peduli hal itu, bahkan saat ini plug-ins yang terdapat pada browser tidak menampilkan hal tersebut pada timeline Facebook. Jika Anda ingin bermain Farmville seharian, tidak apa-apa. Kami hanya meminta Anda mematikan auto-updates dari kegiatan Anda di peternakan.
  4. Perusahaan, atasan, bahkan klien Anda dapat melihat ini. Jika Anda hendak mengeluh soal pekerjaan dan kehidupan sehari-hari Anda di Facebook, pastikan Anda telah membuat Facebook Anda tidak mudah diakses sembarang orang, atau Anda akan segera menerima surat peringatan dari tempat Anda bekerja.
  5. Anda memiliki 5000 teman. Hal ini tidak akan menjadikan Anda keren, hal ini malah menunjukan Anda tidak mensortir orang-orang yang ada dalam daftar teman Anda. Selain itu, hal ini juga membuat teman "nyata" Anda terlupakan karena banyaknya berita yang ada.
  6. Berbagai lelucon tidak menjadi masalah dan merupakan sesuatu yang menghibur. Tapi Anda harus ingat, tidak semua orang bisa menerima lelucon Anda dan menemukan sisi lucu dari lelucon Anda.
  7. Selingkuh. Facebook telah menjadi lahan subur bagi para pengacara perceraian, mereka akan senang mengamati berbagai foto dan juga status yang tidak berhati-hati. Dalam sebuah survei yang dilakukan di Amerika Serikat, 81% pengacara perceraian melihat adanya peningkatan bukti kasus yang berasal dari jejaring sosial - dan banyak diantaranya berasal dari Facebook.
  8. Dari semua pelaku kriminal, ada ribuan dari mereka yang ceroboh, tapi kami juga tidak menyarankan Anda untuk mengupdate status Facebook Anda secara teratur jika sedang menjadi seorang buronan.
    Sebagai bukti, Craig Lynch, seorang buronan yang baru melarikan diri dari penjara secara rutin mengupdate status Facebook-nya yang berisi rencana-rencananya berikutnya. Kemenangan yang ia raih tidak bertahan lama, sebab setelah beberapa bulan ia terpaksa harus kembali ke sel-nya. Mungkin ini sidikit tips bagi para buronan yang kecanduan Facebook: Anda bisa berbohong sedikit tentang diri Anda.
  9. Memang sistem hukum di Indonesia tidak menggunakan sistem juri. Tapi sebaiknya jika Anda terlibat dalam suatu persidangan, lebih baik Anda menutup mulut Anda rapat-rapat tentang apa yang terjadi di persidangan dan tidak memaparkannya di Facebook.
    Seorang anggota juri sidang yang tidak dapat menutup mulutnya di Facebook terpaksa harus dikeluarkan dari tim Juri setelah seseorang memberitahu anggota pengadilan bahwa ia menuliskan status sebagai berikut, "Saya tidak tahu harus memilih yang mana, saya masih memegang hak suara saya."
  10. Terkadang ketika alarm berbunyi, Anda akan merasa malas untuk pergi bekerja atau pergi sekolah dan berpikir lebih baik pura-pura sakit saja. Berpura-pura sakit dan melewatkan aktivitas Anda seharian dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan, tapi ingat, jangan mempublikasikannya di Facebook jika Anda masih ingin bekerja ataupun untuk menghindari hukuman di sekolah.

Sunday, April 3, 2011

Cartridge IP Saya TIdak Bocor Lagi


Baru 4 bulan printer Canon IP milikku blinking. Sengaja beli yang tidak mahal, hanya karena buat keperluan anakku - kasian dan kebetulan ada duit. Di samping itu, pengalaman membuktikan isi ulangnya bisa dengan suntikan, dan saat blinking cukup dengan permainan tangan ketika pertama kali menghubungkan kabel power.


Di luar dugaan, setelah beberapa hari diisi ulang malah blinking dan susah diutak-atik. Akhirnya diservis - katanya diinstal ulang. Dan memang jalan lagi, tapi printoutnya tidak utuh, sehingga diset high.


Namun demikian, setelah 2-3 lembar hasilnya blank. Ya ampun, cartridgenya bocor. Untung bekas segelnya masih ada dan dicoba dirapatkan kembali, tetapi tetap saja.


Rupanya masih ada hoki. Alhamdulillah sekarang normal lagi. Caranya: lubang suntikan ditutup rapat dengan lakban. Semoga ini tidak salah.

Thursday, March 31, 2011

Layanan Warga Miskin Sakit Tugas Siapa

Tidak tahu siapa yang salah persepsi atau salah prosedur, seorang pasien warga miskin masuk ruang UGD RSUD Sumedang ditolak dan harus balik lagi tanpa mendapat perawatan. Padahal pasien tersebut oleh perawat setempat dipandang harus masuk rumah sakit.


Dengan menahan rasa sakit, terpaksa pasien dibawa ke klinik terdekat. Hanya saja, tetap klinik menganjurkan pasien masuk rumah sakit. Akibatnya, setelah mendapat penanganan sementara, pasien pulang ke rumahnya dengan rasa sakit PLUS kekecewaaan tidak bisa masuk rumah sakit umum.


Di satu sisi, sepertinya memang pasien tidak memiliki kelengkapan administrasi sebagai warga miskin. Tapi ia benar-benar harus mendapat perawatan rumah sakit. Di sisi lain beban RSUD bisa jadi sudah terlalu berat, bahkan mungkin sudah kewalahan di tambah lagi belum semua jenis penyakit tertangani di situ. Dilemamatis.


Kalau memang demikian, ke depan perlu dibuat payung hukum bahwa semua rumah sakit dipaksakan untuk bisa melaksanakan fungsi sosialnya membantu warga miskin tanpa terkecuali.


Untuk sementara menghela napas dulu. Ini dosa siapa. Ini salah siapa. Mestikah begini memperlakukan orang miskin yang belum sadar hukum?

Thursday, March 10, 2011

Promo Gratis Simpati

BANDUNG, TRIBUN - Telkomsel kembali memberikan manfaat lebih bagi para pengguna simPATI melalui promo Gratis Nelpon Berjam-jam. Kini pelanggan simPATI dapat menikmati gratis 6 jam nelpon ke lebih dari 97 juta pelanggan Telkomsel. Promo ini berlaku di seluruh Indonesia mulai tanggal 10 Maret 2011.


Layanan ini berlaku mulai pukul 00.00 hingga pukul 10.59. Cukup nelpon selama 1 menit, untuk panggilan-panggilan selanjutnya pelanggan memperoleh gratis nelpon 6 jam berlaku mulai pukul 00.00 hingga pukul 05.59. Dengan menelepon selama 1 menit mulai pukul 06.00, pelanggan kembali mendapatkan gratis nelpon sepuasnya hingga pukul 10.59 untuk panggilan-panggilan berikutnya.


Selanjutnya, mulai pukul 11.00 hingga pukul 23.59, pelanggan simPATI dapat menikmati tarif nelpon yang sangat murah hanya Rp 30 permenit. Seluruh aktivitas komunikasi dalam promo Gratis Nelpon Berjam-jam ini berlaku untuk panggilan ke sesama pelanggan Telkomsel (kartuHALO, simPATI, Kartu As.


Erick Noviantoro GM Sales and Customer Service Telkomsel Regional Jawa Barat mengatakan, dengan adanya promo simPATI Gratis Nelpon Berjam-jam ini memberikan kenyamanan masyarakat saat ini atas layanan komunikasi yang murah dan berkualitas.


"Cukup dengan membeli dan mengaktifkan perdana simPATI freedom mulai tanggal 10 Maret 2011, pelanggan dapat menikmati gratis nelpon hingga 6 jam, serta tarif nelpon murah hanya Rp 30 permenit," katanya, dalam siaran pers yang diterima Tribun, Kamis (10/3).

Sunday, February 27, 2011

Uang Sertifikasi Untuk Siapa?

Ada seorang guru bertanya uang sertifikasi itu sebenarnya untuk mensejahterakan siapa? Mengapa harus ribet?


Bagi guru yang belum pernah mendapatkan penghasilan tambahan hasil dari sertifikasi guru tentunya akan heran mendengarnya. Sehingga, secara tidak langsung harus tahu ada apa sebenarnya dengan uang sertifikasi, yang katanya penghargaan dari pemerintah pusat terhadap profesi guru profesional versi baru.


Saya katakan guru profesional versi baru, sebab ketika kuliah dulu yang disebut guru profesional adalah guru yang telah memperoleh sebongkah kemampuan sebagai guru melalui pendidikan dan latihan. Para guru yang sebelumnya bersekolah di sekolah guru atau sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan telah layak disebut guru profesional (red).


Kenyataannya sekarang mereka harus mengalami seleksi melalui proses sertifikasi lagi, baik melalui jalur portopolio atau pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG).


Walaupun begitu, ini langkah positif bagi peningkatan tingkat pendidikan di Indonesia yang katanya mengalami kemunduruan di banding tahun-tahun sebelumnya. Yang katanya pula, kalau dulu, katakan saja Malaysia berguru ke Indonesia, sekarang malah sebaliknya. Terbukti, studi banding sekolah2 di Indonesia sebagiannya ke Malaysia, walaupun mungkin saja di antaranya memanfaatkan dana untuk rekreasi ke luar negeri, hehe.. (becanda).


Lantas, bagaimana dengan sertifikasi guru yang telah dilaksanakan sejak 2006? Hasilnya lumayan. Hanya katanya ... katanya yang mengikuti PLPG memiliki pengalaman lebih dibandingkan dengan yang lulus melalui jalur portopolio.


Terlepas dari mana yang lebih efektif, melalui jalur portofolio atau PLPG, kedua jenis guru yang telah disertifikasi katanya ... katanya harus melewati beberapa tahap lagi untuk mendapatkan uang sertifikasi.


Wajar memang. Tapi, katanya ... katanya setiap kali setiap kali akan mendapatkan uang sertifikasi yang selalu dirapel ( mungkin untuk sekolah2 tertentu yang entah di propinsi atau kabupaten mana saja), setiap guru harus menyerahkan terlebih dahulu copy sertifikasi yang dilegalisir dan surat keterangan melaksanakan tugas (SKMT). Ironisnya, entah siapa yang memulai, proses penandatanganan SKMT berimplikasi kepada pemberian tips yang besarnya sampai ratusan ribu. Belum lagi, jika datang sindiran dari guru2 yang belum disertifikasi, juga pegawai guru yang tidak mau kalah memberikan sindiran.


Uang yang didapat memang besar, karena berupa rapel. Tapi, sebandingkah jika dihitung dengan pengorbanan untuk memperoleh sertifikat dan mempertahankannya? Untuk medapatkan sertifikat guru profesional melibatkan moril dan materil yang lumayan, dan untuk mempertahankan keabsahannya harus mengajar 24 jam perminggu selama 5 hari dengan kelenggkapan administrasi dan tambahan kegiatan di luar mengajar yang bisa menyita waktu keluarga bahkan para siswa.


Kalau begitu, sebenarnya uang sertifikasi itu untuk mensejahterakan siapa?

Thursday, September 16, 2010

Dukung CO2 jadi Energi Listrik


Ide mengubah CO2 menjadi energi listrik ini dipikirkan oleh Hilman Wirahadisaputra. Ide itu muncul karena pria yang bekerja di bidang teknologi informasi (TI) ini sangat tersiksa dengan mutu udara di Jakarta. "Jalan di trotoar di (Jalan) Sudirman depan gedung BRI 2 aja rasanya sudah sesak," kata Hilman.


"Kesesakan" itu membuatnya berpikir terus bagaimana caranya mengurangi jumlah CO2. "Saya tahu, kalau mau mengurangi CO2 berarti harus mengurangi sumbernya, yakni kendaraan bermotor. Tapi itu kan susah untuk membuat mobil-mobil di Jakarta berkurang," katanya.


Kemudian muncullah ide mendaur ulang CO2 menjadi sesuatu yang berguna bagi manusia. Setelah melakukan riset pustaka dan internet ke mana-mana, Hilman menemukan bahwa secara teori CO2 bisa diubah menjadi energi listrik.


"Jadi CO2 yang ada udara itu di-capture (tangkap), lalu diubah menjadi energi listrik dan disalurkan sebagai energi bagi benda-benda yang membutuhkan tenaga listrik. Misalnya ke lampu penerangan, computer, bahkan sebagai bahan bakar mobil listrik," kata pria lulusan Indiana University, Amerika Serikat ini menjelaskan.


Di saat Hilman melakukan riset itu, dia juga menemukan sebuah kontes bernama General Electric (GE)-Ecomagination Challenge, yakni sebuah kontes inovasi untuk mengatasi masalah krisis energi dan masalah lingkungan yang kini menghantui dunia. Sekalian saja ia mengikutsertakan idenya ke kontes berhadiah 200 juta dolar AS itu. Jika menang, idenya itu akan berusaha diwujudkan dengan bantuan para insinyur dan pakar energi di dunia yang disponsori oleh GE, sebuah perusahaan besar di Amerika Serikat.


"Untuk bisa menjadi peserta kontes ini ide calon peserta dinilai dulu oleh sejumlah pakar di GE apakah ide ini bisa diwujudkan atau sekadar ngecap. Ternyata ide saya dinilai bisa dilakukan sehingga saya lolos menjadi peserta," katanya.


Caranya?


Menurut Hilman, bumi tak akan pernah kehabisan CO2. Pertama, semua makhluk hidup mengeluarkan CO2 sebagai buangan proses bernapas. Selain itu CO2 juga merupakan limbah dari kerja mesin kendaraan dan industri.


"Di lautan juga banyak CO2 sebagai hasil siklus air – hujan turun ke sungai, mengalir ke laut, menjadi uap kemudian awan, dan turun lagi menjadi hujan. Pada saat air menguap di laut, CO2nya tertinggal di lautan," kata Hilman menerangkan.


“Saat ini industri-industri di Eropa dan Amerika (Serikat) sudah menangkap CO2 hasil industri mereka, sebagai bagian dari ketentuan soal limbah. CO2 itu mereka simpan di container dan dipendam di dalam tanah, dan disebut sequestration. Jadi nanti menangkap CO2 seperti yang dilakukan para industri ini,” ujarnya.


Sementara untuk mengubah CO2 menjadi energy listrik, Hilman membayangkan sebuah alat yang bisa melakukan proses "fotosintesa" tumbuhan, yang mengubah CO2 menjadi O2. "Atau seperti alga (ganggang) yang bisa mengubah CO2 menjadi biomass. Nah alat ini mengubah CO2 langsung menjadi energi listrik," kata Hilman.


Jika idenya bisa diwujudkan, maka ketergantung masyarakat perkotaan pada perusahaan listrik bisa berkurang, sehingga perusahaan listrik Negara bisa focus pada pengadaan listrik di kawasan pedesaan. Selain itu biaya sebuah keluarga untuk berlangganan listrik bisa dihemat, karena alat-alat rumah tangga bisa dijalankan menggunakan listrik hasil CO2 anggota keluarga.


Begitu juga dengan perkantoran bisa menggunakan listrik hasil napas para karyawan untuk menyalakan lampu dan computer. Dampak lainnya, ketergantungan manusia kepada bahan bakar fosil (minyak dan batubara) yang jumlahnya semakin sedikit akan jauh berkurang, karena ada bahan bakar yang bukan saja terbarukan tapi juga jangka panjang.


Keuntungan lainnya yang tak kalah penting adalah kualitas udara bumi yang membaik sehingga berguna bagi seluruh masyarakat.


Nah, untuk mewujudkan hal itu Hilman harus menang dulu kontes GE-Ecomagination Challenge. Karena itu dia butuh dukungan banyak orang untuk memberikan suara atas idenya. Caranya dengan mengunjungi laman GE Ecomagination Challenge di http://challenge.ecomagination.com/ideas, dan mencari nama Hilman Wirahadisaputra, lalu memberikan suara di sana.


Memberikan dukungan bagi Hilman dalam kontes ini mungkin hanya tindakan kecil, namun akan menjadi bagian dalam perubahan besar bagi umat manusia.


Sumber: warta kota